Melahirkan karya

 Apa yang membedakan  Bang Raditya Dika dengan komedian lainnya?

Apa yang membedakan Mas Brili Agung dengan Inspirator lainnya?

Apa yang membedakan Bang Darwis (Tere Liye) dengan akuntan lainnya?


...

Gak tau? Simpel saja. Jawabannya hanyalah: Mereka menulis.

Kau tahu teman, di zaman sekarang, semua sudah berubah. Cita-cita dari setiap individu berbeda, dan semakin berkembang seiring bertumbuhnya teknologi. Karena teknologi, manusia dapat melakukan berbagai kemungkinan baru. Dengan teknologi, kita dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan di masa lalu. 

Tapi, karena berkembangnya industri teknologi dunia, semua orang hanya mau menelusuri internet. Sosial Media membludak. Banyak yang sudah terlarut dunia maya di zaman sekarang. Semua sudah dapat diakses melalui jejaring internet.

Cita-cita terlaris di milenium kini adalah menjadi artis. Mereka menginginkan untuk menjadi pemeran film. Mereka ingin menjadi bintang layar lebar. Mereka ingin menjadi sorotan dunia maya. 

Pertanyaannya, untuk apa?

Mereka juga manusia. Mereka makan nasi, sama seperti kita. Mereka mandi--setidaknya sekali seumur hidup--seperti kita. Tak ada yang berbeda dari mereka. Yang membedakan mereka dengan kita adalah: mereka disorot, lebih dikenal, sedangkan kita kagak.

Tau gak? kebanyakan film diangkat dari buku. Film-film laris seperti Hafalan Sholat Delisa, Rembulan Tenggelam di Wajahmu dan yang lainnya di angkat dari buku-buku karya Tere Liye. Film bertajuk Cinta Brontosaurus diangkat dari buku karya Raditya Dika. Masih banyak lagi.

Lihatlah mereka. Para penulis diatas membuahkan karya-karya mereka. Orang-orang ini telah melahirkan banyak sekali 'bintang'. Mereka telah menjadikan orang-orang biasa menjadi bintang film. Secara tidak langsung, mereka adalah 'orang terkenal' atau 'artis' yang sebenarnya.


Jadi, masih gak mau menulis?

Komentar

Posting Komentar