My Story

 Kalau ditanya soal cita-cita, ane gak bakal jawab dengan jawaban tetap. Hampir setiap hari ane mikir, 'Mau jadi apa nanti, yak?'

Pada umur ane yang ke-5, ketika ditanya soal cita-cita, ane bakal dengan mudahnya menjawab

"Saya mau jadi dokter, Bu Guru!"

Waktu itu, ane mau menjadi dokter karena ibu ane juga menjadi dokter. Beliau selalu mengamalkan ilmu yang ia pelajari dulu untuk mengobati manusia. Indonesia memang sedang sangat butuh tenaga medis, apalagi dimasa Pandemi Covid-19 ini. Kita harus menjaga diri kita demi orang lain. Mereka, para dokter pun menjaga dan mengobati pasien demi kita. Kalau saja tidak ada dokter, kemungkinan hidup ditengah-tengah situasi seperti ini akan ampas, iya 'kan? Itulah yang ane pikirkan dulu. 'Ingin menjadi seperti Mama'

Pada umur ane yang ke-8, cita-cita ane berubah. Yang dulunya ingin menjadi seseorang yang mendosis obat, sekarang ane pengen membuat dan meracik obat itu sendiri. Yap, ane ingin menjadi seorang Ilmuwan, Scientist. Waktu itu, ane pikir,

'Hmmm, mungkin kalau jadi Ilmuwan keren kali, ya? Bisa megang tabung reaksi, sehari-hari didepan mikroskop. Wah, jadi kayak di film-film gitu..'

Waktu itu, ibu ane sering menceritakan kisah penyihir. Di cerita tersebut selalu disebutkan kalau penyihir itu meracik ramuan mantra. Ane juga sering ngelihat yang kayak gitu di film. Wah, keren kayaknya tu.


Bersambung.....


Komentar