Riau

 Cerita ini ane ambil dari seorang teman bapak..


Hati-Hati Ke Riau

Hati-hati kalau ke Pekanbaru, Riau. Kalo daerah yang kental banget melayu, biasanya dikit2 perlu pantun. Ketemu orang, nge-pantun. Order makanan, nge-pantun. Gitulah pokoknya..

Pernah ketika dalam perjalanan, teman tiba-tiba kebelet BAB. Gak terbiasa berak di pesawat, ditahanlah rangsangan-nya. Ketika sampai bandara, ia langsung buru-buru mencari toilet. Pas mau masuk, eh, dihalangin sama petugasnya..

"Et et et, tunggu-tunggu"

Spontan kalau dalam kondisi kayak gini pasti bingung, kan. Si Petugas nyapa dia dengan pantun.

"Celana bukan sembarang celana..
Celana panjang baju berdasi..
Tak peduli awak dari mana..
Masuk toilet harus permisi.."

Beuuuuh! lantas teman saya membalas..

"Emas perak adalah harta..
Mohon dijaga sepenuh hati..
Saya menahan berak dari Jakarta..
Tolonglah pinjam toilet barang sekali.."

Kagum, petugas langsung bilang

"Wah, awak ini laaah (dengan logat melayu yang kental),

Zaitun bukan sembarang zaitun..
Zaitun bulat seperti semangka..
Pandai kali awak berpantun..
Bolehlah pakai toilet sesukanya.."

Setelah dapat jaminan permisi, teman saya pun bergegas masuk menuju toilet. Baru beberapa langkah, teman saya balik lagi ke petugasnya.

"Zaitun bukan sembarang zaitun..
Pulau kembang jauh disana..
Lama kali awak ajak berpantun..
Saya sudah berak dicelana" katanya dengan muka pucat.

Awas, don't laugh too loud 👌

-SowangThoy-

 

Komentar

Posting Komentar